Selasa, 29 April 2008

Sholat menurut medis Alternatif

Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah (Qs Al-Isra:79) tapi juga sangat penting bagi dunia kedokteran. Menurut hasil penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah satu shalat sunah itu bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker.
Tidak percaya?
"Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajjud. "Jika anda melakukannya secara rutin, benar, khusuk, dan ikhlas, niscaya and terbebas dari infeksi dan kanker". Ucap Sholeh. Ayah dua anak itu bukan 'tukang obat' jalanan. Dia melontarkan pernyataanya itu dalam desertasinya yang berjudul 'Pengaruh Sholat tahajjud terhadap peningkatan Perubahan Response ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunologi"
Dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya, yang dipertahankannya Selasa pekan lalu. Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah salat tambahan atau sholat sunah.
Padahal jika dilakukan secara kontinu, tepat gerakannya, khusuk dan ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan respons ketahannan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi (coping).
Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar menggugurkan status sholat yang muakkadah (Sunahmendekati wajib). Ia menitikberatkan pada sisi rutinitas sholat, ketepatan gerakan, kekhusukan, dan keikhlasan.
Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis. Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan tekhnologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.
Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari-atau setelah pukul 24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter. "Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan.
Begitu sebaliknya. Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau doktrin.
Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41 responden sissa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan sholat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan sholat tahjjud selama dua bulan. Sholat dimulai pukul 02-00-3:30 sebanyak 11* rakaat, masing masing dua rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya (paramita, Prodia dan Klinika).
Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menaggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil. "jadi sholat tahajjud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi.
Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping yang efectif, emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress," Nah, menurut Sholeh, orang stress itu biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan sholat tahajjud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respons imun yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan tekhnik medis menunjukan, sholat tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.
Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya. Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita ???????
Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu ia telah membuka sebuah klinik yang bernama "Pengobatan Melalui Al Qur'an" Kajian pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat didalam Al-Quran.
Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan sebagainya. Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal. Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk eberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar sembahyang 5 waktu yang di wajibkan oleh Islam. Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam "sepenuhnya" karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini.
Kesimpulannya : Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak bersembahyang apalagi bukan yang beragama Islam walaupun akal mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan mereka akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara normal. Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-segan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak mereka karena otak tidak bisa untuk mempertimbangkan secara lebih normal. Maka tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial Masyarakat saat ini.

Minggu, 27 April 2008

Sakit dada

Ada banyak kemungkinan penyakit jika anda merasakan sakit dada atau merasa tidak enak di dada anda. Semuanya tergantung dari lokasi nyerinya penyebarannya, waktu munculnya, yang memperparah yang memperingan…

Yang paling ditakutkan dari nyeri dada adalah apa yang disebut dengan angina pectoris, yaitu rasa yang tidak nyaman di dada yang disebabkan oleh kurangnya supply darah ke dinding otot jantung..Keadaan ini paling sering diakibatkan oleh adanya pengerasan dan penyempitan pembuluh koroner ( pembuluh arteri yang mensupply/memberi makan otot jantung kita ) sehingga penyakit yang disebabkan atherosclerosis ( pengerasan dan penyempitan arteri) ini sering disebut juga penyakit jantung koroner karena melibatkan penyemoitan pembuluh arteri koroner.

Untuk memastikan apakah sakit di dada anda itu adalah angina pectoris atau hanya spasm dari otot yang ada di dada kita harus mengetahui ciri2 sakitnya. Angina pectoris jarang dikeluhkan oleh pasien dengan kata kata nyeri, tetapi pasien lebih sering menggambarkannya seperti dada saya ditekan, seperti terbakar, merasa tidak enak di dada, seperti dipukul pukul atau yang lebih hiperbolis lagi serperti kaki gajah berada di atas dada saya. …tapi jika anda merasa sakitnya itu sebagai rasa nyeri, seperti ditusuk tusuk dan anda sisa menunjukan dengan satu jari dimana rasa sakitnya itu berada kemingkinan besar itu bukan angina pectoris karena angina pectoris biasanya tidak terlokalisir pada satu titik saja tapi dia menyebar, di dada bagian kir tentunya dimana jantung berada…… bahkan bias menyebar kea rah bahu kiri, lengan kiri bagian dalam, ke leher dan dagu sebelah kiri….

Angina pectoris biasanya muncul pada saat kita melakukan aktifitas yang berlebih seperti naik tangga, berlari dsb…atau pada saat kita marah, senang, atau kedinginan kedinginan, biasanya muncul pada pagi hari, kalu lebih parah lagi gejala tersebut bias muncul bahkan pada saat kita melakukan aktifitas yang ringan seperti menyapu, menggosok gigi bahkan pada saat kita istirahat….itu menunjukan tingkat keparahan penyakitnya….

Angina pectoris biasanya hilang ketika diistirahatkan kurang lebih sepuluh menit atau dengan pemberian obat nitroglycerin sub lingual….tetapi jika nyerinya bias dihilangkan dengan analgesic ( obat penghilang rasa sakit) seperti aspirin, panadol dsb… kemungkinan itu bukan angina pectoris tetapi ada gangguan di otot atau tulangnya…

Begitu juga dengan berapa lama rasa nyeri itu terasa…. Angina pectoris biasnya terjadi dalm hitingan menit( 2-10 menit) bukan detik ataupun jam bias juga lebih dari 10 menit kalu semakin parah….Tetapi kalu rasa sakitnya itu seketika hanya beberapa detik saja lalu hilang…kemungkinan adanya kram di otot otot sekitar dada…begitu juga apabila nyerinya selama berjam jam kemungkinan itu karena gangguan psychologis….
Selain itu ada factor resiko bagi seseorang shingga kemungkinan dia untuk terkena penyakit jantung koroner adalah obesitas, jarang melakukan olahraga, karena pada dua keadaan tersebut kholestrol jahat ( LDL ) lebih banyak jumlahnya daripada kholestrol baik (HDL) dimana kholestrol jahat tersebut bias merusak pembuluh darah koroner dan berkumpul disana sehingga menyumbat aliran darah ke otot jantung..

Faktor resiki yang lainnya adalah merokok, hipertensi, diabetes,....kesemuanya itu dapat merusak pembuluh darah artery koroner baik secara mekanik maupun secara kimiawi sehingga kemungkiana untuk terjadi sumbatan di arteri koroner lebih besar...

Begitu juga dengan umur dan jenis kelamin, umur yang tua (>40) dan laki laki kemungkianan terkena penyakuit jantung koronernya meningkat….


Blogspot Template by Isnaini Dot Com